DAWUHAN – Dalam upaya mengantisipasi lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), Pemerintah Desa Dawuhan bersama kader kesehatan dan seluruh elemen masyarakat menggelar kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara serentak pada Rabu, 24 Juni 2026. Kegiatan ini menyasar seluruh wilayah RT dan RW di Desa Dawuhan, Kecamatan Banyumas.
Aksi yang dimulai sejak pukul 07.30 WIB ini berfokus pada gerakan 3M Plus: Menguras tempat penampungan air, Menutup rapat tangki/gentong air, serta Memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti.
Kepala Desa Dawuhan menyampaikan bahwa PSN serentak ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan langkah preventif yang krusial mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu belakangan ini. "Kami ingin memastikan lingkungan Desa Dawuhan benar-benar bersih dan bebas dari jentik nyamuk. Kesadaran warga adalah kunci utama," ujarnya di sela-sela memantau kegiatan.
Para kader kesehatan (Kader JUMANTIK) bersama perangkat desa menyisir rumah-rumah warga secara langsung (door-to-door). Selain memeriksa bak mandi, vas bunga, dan talang air, petugas juga memberikan edukasi langsung mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan rumah masing-masing. Dari hasil pemeriksaan, sebagian besar rumah warga terpantau bersih, meskipun masih ditemukan beberapa titik genangan air di pekarangan kosong yang langsung ditangani oleh warga sekitar.
Kegiatan berjalan dengan lancar dan kondusif berkat partisipasi aktif dari RT, RW, PKK, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta perwakilan dari Puskesmas Banyumas yang turut mendampingi jalannya monitoring.
Agar kegiatan PSN di Desa Dawuhan ke depannya menjadi lebih efektif dan berdampak jangka panjang, berikut adalah beberapa poin evaluasi dan masukan yang dapat dipertimbangkan:
Optimalisasi "Satu Rumah Satu Jumantik": Kegiatan serentak seperti ini sangat baik, namun akan lebih kokoh jika setiap kepala keluarga (KK) ditunjuk sebagai Juru Pemantau Jentik (Jumantik) mandiri di rumahnya sendiri. Kader desa cukup melakukan supervisi berkala seminggu sekali, sehingga beban kerja tidak hanya bertumpu pada kader saat aksi serentak saja.
Fokus pada Area Fasilitas Umum dan Lahan Kosong: Pada kegiatan berikutnya, perhatian khusus perlu diberikan pada fasilitas umum seperti area sekitar masjid/mushola, sekolah, dan terutama lahan pekarangan kosong yang tidak berpenghuni. Seringkali, genangan air tersembunyi berada di area-area yang kurang terawat tersebut.
Pemanfaatan Teknologi untuk Pelaporan Jentik: Untuk mendukung transparansi data di Sistem Informasi Desa (SID), ke depan kader atau ketua RT dapat dibekali formulir digital sederhana (misalnya Google Form atau fitur laporan SID) untuk menginput Angka Bebas Jentik (ABJ) secara real-time setelah pemeriksaan selesai.
Penguatan Edukasi "Plus" (Pencegahan Tambahan): Selain 3M, sosialisasi ke depan perlu lebih menekankan poin "Plus"-nya, seperti menanam tanaman pengusir nyamuk (serai, lavender) di pekarangan warga, penggunaan pelihara ikan pemakan jentik, dan tidak membiasakan menggantung pakaian bekas pakai di dalam kamar.