DAWUHAN – Guna mendorong kemandirian pangan sekaligus meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga, Dinas Koperasi dan UMKM (Dinkop UKM) Provinsi Jawa Tengah menggelar pelatihan Diversifikasi Pangan Olahan Sorgum. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, yaitu Rabu hingga Kamis, 10–11 Juni 2026 ini, bertempat di Aula Balai Desa Dawuhan, Kecamatan Banyumas.
Pelatihan ini diikuti oleh 30 peserta yang seluruhnya merupakan ibu rumah tangga berjiwa produktif yang telah memiliki embrio usaha rumahan (home industry) di wilayah Desa Dawuhan dan sekitarnya.
Sorgum dipilih sebagai fokus utama karena tanaman ini dikenal sebagai sumber karbohidrat alternatif yang kaya nutrisi, rendah gula (rendah indeks glikemik), dan bebas gluten. Selama ini, sorgum sering kali hanya diolah secara tradisional. Melalui pelatihan ini, para peserta diajak untuk melakukan diversifikasi (penganekaragaman produk) agar sorgum memiliki nilai jual yang jauh lebih tinggi di pasaran.
Selama dua hari penuh, para pelaku usaha rumahan ini dibekali dengan berbagai materi teoretis dan praktik langsung (cooking demo). Berbagai produk modern berbahan dasar sorgum berhasil dipraktikkan, di antaranya:
Tepung sorgum sebagai pengganti terigu.
Kue kering (cookies) sehat berbahan sorgum.
Camilan olahan (snack) kekinian.
Aneka jajanan pasar berbasis karbohidrat sehat.
Tidak hanya seputar dapur, tim dari Dinkop UKM Provinsi Jawa Tengah juga memberikan materi krusial mengenai standardisasi kemasan (packaging), strategi pemasaran digital (digital marketing), hingga pengenalan pentingnya legalitas usaha seperti sertifikasi Halal dan NIB/P-IRT.
"Pelatihan ini sangat membuka peluang bagi kami para ibu rumah tangga. Ternyata sorgum bisa diolah jadi cookies premium yang punya nilai jual tinggi. Ini jadi modal berharga untuk menambah variasi produk usaha saya di rumah," ungkap salah satu peserta pelatihan dengan antusias.
Pemerintah Desa Dawuhan menyambut baik sinergi dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ini. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para ibu rumah tangga tidak hanya mampu menyediakan konsumsi pangan yang lebih sehat untuk keluarga, tetapi juga mampu naik kelas menjadi pelaku UMKM mandiri yang menopang ekonomi kreatif di Desa Dawuhan.
Agar dampak dari pelatihan selama dua hari ini tidak berhenti begitu saja, berikut beberapa masukan yang dapat dipertimbangkan oleh Pemerintah Desa maupun pihak terkait:
Pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUB): Setelah pelatihan, 30 peserta ini sebaiknya dinaungi dalam satu kelompok atau klaster UMKM khusus olahan sorgum di Desa Dawuhan. Hal ini mempermudah proses monitoring, koordinasi, serta pemenuhan bahan baku secara kolektif agar harganya lebih murah.
Fasilitasi Legalitas Usaha Secara Kolektif: Pemerintah Desa bisa bekerja sama dengan Rumah Kemasan atau instansi terkait untuk memfasilitasi pembuatan izin edar (P-IRT/NIB) dan sertifikasi Halal gratis bagi produk-produk unggulan yang lahir dari pelatihan ini.
Penyediaan dan Stabilitas Bahan Baku Lokal: Diversifikasi olahan akan terhambat jika bahan baku sorgum sulit didapat. Perlu ada penjajakan kerja sama dengan kelompok tani lokal di wilayah Banyumas agar dapat menanam dan menyuplai sorgum secara konsisten untuk para pelaku usaha rumahan ini.
Promosi Melalui Etalase Digital SID: Sistem Informasi Desa (SID) Dawuhan ke depannya dapat dioptimalkan dengan menyediakan halaman khusus "Katalog UMKM Sorgum" untuk mempromosikan produk-produk yang dihasilkan oleh para ibu rumah tangga ini secara online.